
Tim Pengembang
Website ini output kegiatan dari Hibah PkM Bima Kemdiktisaintek 2025 Oleh:
Lukman Nuzul Hakim (Ketua), Susilawati (Anggota), dan Lismaini (Anggota)
Latest Posts
- Tak Berhenti di MoU, UM Kalianda Implementasikan Program PkM untuk Perkuat UMKM Lamban Kelor di Desa Bulok

- Tim PkM Universitas Muhammadiyah Kalianda Lakukan Kunjungan Awal untuk Pengecekan Mesin Bantuan Program Hibah

- Lamban Kelor dan DPP PWDPI Jalin Kerja Sama Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Keluarga

- Kunjungan Lamban Kelor ke PT Bukit Asam – Tanjung Enim, Sumatera Selatan

- Persiapan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMKM Lamban Kelor Resmi Dimulai

Categories
Tags
Social Links

Lampung Selatan – Upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal kembali mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dalam kunjungan silaturahmi Persatuan Istri Karyawan Bukit Asam (Periska BA) ke UMKM Lamban Kelor CV Rizky Berkah Utama yang berlokasi di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada Selasa (2/6/2026).
Mengangkat tema “Sehat Dimulai dari Rumah: Pola Hidup, Pola Makan, dan Pola Pikir”, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan tanaman kelor sebagai sumber pangan bergizi.
Rombongan Periska BA dipimpin langsung oleh Ketua Periska BA, Warsini Arsal Ismail, bersama 14 orang pengurus. Turut hadir Listati, perwakilan manajemen PT Bukit Asam yang membidangi program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Tanjung Enim, beserta jajaran manajemen PT Bukit Asam Unit Tarahan Lampung. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama antara perusahaan, organisasi perempuan, dan pelaku UMKM dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Lamban Kelor yang dikelola oleh Pujo telah menjadi mitra binaan PT Bukit Asam sejak tahun 2020. Selama lebih dari enam tahun, pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada bantuan usaha, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk herbal berbahan baku Moringa oleifera atau daun kelor.
Seiring perkembangannya, Lamban Kelor tidak hanya memproduksi berbagai olahan herbal, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi masyarakat melalui jejaring Kampus IV Swasembada Gizi Kampus Bambu Terpadu Mandiri Indonesia, yang berperan dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber nutrisi keluarga.
Dalam sambutannya, Warsini Arsal Ismail menyampaikan apresiasi atas dedikasi Lamban Kelor dalam mengembangkan produk herbal sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat sehingga penerapan pola makan bergizi dan gaya hidup sehat perlu dimulai dari lingkungan rumah.
“Kelor merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang memiliki kandungan gizi sangat baik. Melalui kunjungan ini kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal manfaatnya, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pujo, selaku pemilik CV Rizky Berkah Utama, menjelaskan bahwa Lamban Kelor terus berinovasi menghadirkan berbagai produk herbal yang memanfaatkan bahan baku alami berkualitas.
Produk unggulan yang telah dipasarkan di antaranya Kapsul Lamban Kelor dan Teh Kelor Celup, yang dibuat dari daun kelor pilihan dan dikenal sebagai sumber antioksidan alami. Selain itu, tersedia pula berbagai produk herbal lainnya seperti Kapsul Moris Naker, Kapsul Kunyit Curcuma Longa, Kapsul Kunyit Zedoaria, Kapsul Bee Polen, hingga produk perawatan tradisional berupa Ramuan Rendaman Kaki dan Ratus V Rebus.
Pujo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan berkelanjutan yang diberikan PT Bukit Asam melalui program CSR sehingga usaha yang dirintisnya mampu berkembang dan memiliki legalitas sebagai produsen obat tradisional herbal.
“Pendampingan yang kami terima sejak tahun 2020 memberikan banyak manfaat bagi perkembangan Lamban Kelor. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat produk herbal berbasis kelor serta semakin kuat mendorong terwujudnya swasembada gizi di masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain berdiskusi mengenai pengembangan produk dan strategi pemberdayaan UMKM, acara juga diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan dari Periska BA kepada Lamban Kelor sebagai simbol apresiasi dan komitmen untuk terus membangun kolaborasi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal.


