Lamban Kelor dan DPP PWDPI Jalin Kerja Sama Dorong Gerakan Hidup Sehat Berbasis Keluarga

Bandar Lampung – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan perlu dibangun sejak lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, Lamban Kelor, UMKM binaan PT Bukit Asam Tbk, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam peluncuran program “Hidup Sehat Dimulai dari Rumah, Keluarga Sehat, Produktivitas Meningkat, Masa Depan Lebih Berkualitas” pada Kamis, 2 Juli 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong lahirnya budaya hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

“Kesehatan bukan sekadar tujuan, tetapi fondasi utama untuk mewujudkan keluarga yang bahagia, masyarakat yang produktif, dan masa depan bangsa yang lebih baik.”

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, didampingi jajaran pengurus DPP PWDPI, termasuk Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, serta Deputi Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK).

Dalam sambutannya, M. Nurullah RS menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang nilainya tidak dapat diukur dengan materi. Menurutnya, keluarga merupakan tempat terbaik untuk memulai perubahan menuju pola hidup yang lebih sehat.

“Kita tidak bisa membeli kesehatan ketika telah hilang. Karena itu, mari mulai menjaga kesehatan dari rumah, dari keluarga, dan dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari,” ujar M. Nurullah RS.

Beliau juga menyampaikan bahwa program ini akan menjadi salah satu agenda sosial berkelanjutan DPP PWDPI sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung.

Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Langkah Preventif

Selain menghadirkan edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat, kegiatan ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pemeriksaan tersebut bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan sehingga masyarakat dapat lebih dini mengenali faktor risiko dan terdorong untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Lamban Kelor juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih produk herbal yang aman, legal, dan diproduksi sesuai standar mutu. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih produk kesehatan.

Empat Pilar Menuju Hidup Sehat

Dalam sesi edukasi, peserta diajak menerapkan empat kebiasaan utama sebagai fondasi hidup sehat, yaitu:

  • Menjalankan pola hidup sehat secara konsisten.
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
  • Menumbuhkan pola pikir positif.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu, masyarakat juga diajak membangun kebiasaan sederhana seperti rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kualitas tidur, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, serta menghindari kebiasaan merokok dan begadang.

“Perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil. Satu kebiasaan sehat yang dilakukan setiap hari akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan di masa depan.”

Mengenal Kekayaan Herbal Nusantara

Dalam kegiatan ini, Lamban Kelor turut memperkenalkan berbagai tanaman herbal Indonesia yang telah lama dikenal masyarakat, seperti daun kelor (Moringa oleifera), kunyit, temulawak, jahe, dan bee pollen.

Daun kelor menjadi salah satu tanaman yang banyak mendapat perhatian karena kandungan vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi alaminya. Apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, daun kelor dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat.

Sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan produk herbal berkualitas, Lamban Kelor memperkenalkan berbagai produk unggulannya, mulai dari kapsul herbal, teh kelor, hingga ramuan herbal tradisional yang diproduksi oleh CV Rizky Berkah Utama. Produk-produk tersebut telah memiliki izin BPOM TR, sertifikat Halal, serta diproduksi sesuai standar CPOTB dan CPPOB.

Tantangan 21 Hari Hidup Sehat

Salah satu program menarik yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah “Tantangan 21 Hari Hidup Sehat”, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat secara bertahap selama 21 hari. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan komitmen untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan bersama keluarga dan lingkungan sekitar.

Bersama Membangun Masyarakat yang Lebih Sehat

Melalui kolaborasi ini, Lamban Kelor dan DPP PWDPI berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta pemanfaatan produk herbal yang aman dan berkualitas sebagai pendukung gaya hidup sehat.

“Kesehatan adalah investasi terbaik yang dapat kita wariskan kepada keluarga. Ketika keluarga sehat, produktivitas meningkat, kebahagiaan bertambah, dan masa depan menjadi lebih cerah.”

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai produk herbal, layanan konsultasi, maupun kegiatan edukasi kesehatan yang diselenggarakan Lamban Kelor dapat mengunjungi website resmi Lamban Kelor atau datang langsung ke pusat layanan Lamban Kelor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *